_”Tidak ada pemberian Ibu Bapak yang paling mulia kepada anaknya daripada pendidikan akhlak mulia”_ *[HR. Tirmidzi]* *Kita bisa saja* menyekolahkan anak-anak di tempat yang terbaik, dengan harga yang terbaik. Kita bisa juga memanggil guru-guru privat terbaik dari seluruh penjuru negeri untuk anak-anak. *Namun*, untuk perkara akhlak mulia, guru saja tidak cukup, meski jumlahnya berpuluh-puluh. Butuh keteladanan yang nyata adanya. Kita adalah contoh yang paling dekat untuk ditiru anak-anak kita. Kitalah kuas yang akan mewarnai kanvas kosong yang bernama anak-anak. *Akankah kita menjadi sosok* yang memberikan contoh keteladanan yang baik, memberikan contoh perilaku akhlak mulia? Atau sebaliknya, jangan-jangan, kita selama ini justru memberikan contoh yang tidak baik untuk anak-anak. Jangan-jangan, justru kitalah yang memerlukan pengetahuan: ‘apa itu akhlak mulia’. *Sahabat, yuk*, kita memantaskan diri untuk menjadi sebaik-baik orangtua bagi anak-anak. Orang tua yang mampu mengantarkan anak-anak hingga pada tingkat keimanan tertinggi. Semoga Allah mudahkan, *Aamiin*.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai